Minggu, 03 Juli 2016

Lebah Vs Lalat

Hasil gambar untuk lebah madu
Dalam urusan mencari rizki, manusia punya banyak cara dan tabiat masing masing yang satu sama lain berbeda dalam upaya memenuhi kebutuhannya dan keluarganya sehari hari. tentu hal ini menjadi pembahasan penting dikarenakan semua manusia pasti melakoninya karena pekerjaan mencari rizki adalah kewajiban yang tidak bisa ditunda. Secara garis besar, ada dua tabiat manusia yang dapat digambarkan dalam urusan mencari nafkah hidup yakni tabiat seperti lebah dan yang satu lagi tabiat seperti latat.

Manusia yang bertabiat seperti lebah yakni diantaranya, 

  1. Tidak mengambil kecuali yang baik baik. seperti kita ketahui bahwa lebah hanya mengambil makanannya dari bunga bunga yang terbaik disekitarnya, lebah tidak akan hinggap di tempat tempat yang kotor dan mengambil makanan dari sesuatu yang kotor. Begitulah hakikatnya seorang manusia yang baik dan bertaqwa dalam kaitannya mencari penghidupan atau rizki dari Allah, mereka tidak melakukan aktifitas bisnis atau perniagaan kecuali dengan perniagaan yang baik baik bukan perniagaan yang mengandung dosa dan maksiat.
  2. Mengambil rezeki tanpa merusaknya, itulah tabiat makhluk ciptaan Allah yang satu ini, lebah dalam upayanya menyedot makanan madu dari bunga bunga yang dihinggapinya, akan tetapi lebah tidak pula merusak bunga bunga yang dihingapinya, lebah hanya mengambil saripati bunga tanpa menghancurkan atau memporak porandakan bunga tersebut. Begitu pula seharusnya seorang mukmin yang baik. dalam urusan mencari rezeki dia melakukan aktivitas bisnis dan perniagaan atau pekerjaan dengan cara yang baik tanpa melakukan hal hal yang merusak baik kepada rusaknya alam ciptaan allah, rusaknya moral manusia dan rusaknya hubungan antar sesam manusia.
  3. Menghasilkan banyak manfaat dari rizkinya, kita tau besama bahwa lebah akan membawa saripati bunga  kedalam sarangnya dan kelak dijadikannya madu, yang mana madu tersebut akan membawa manfaat baik bagi lebah itu sendiri maupun bagi kita manusia, sebagai tambahan makanan dan obat yang banyak khasiatnya, Begitu pula hakikatnya seorang pembisnis muslim sejati bahwa rezeki yang didapatnya tidak hanya membawa kemaslahatan bagi dirinya sendiri akan tetapi banyak membawa dampak positif bagi keluarga dan kaum kerabatnya, masyarakat disekitarnya, stakeholder dalam lingkaran bisnisnya serta rezekinya turut andil dalam upaya membangun ekonomi ummat.
  4. Tidak mengganggu kecuali diganggu, lebah punya keunukan tersendiri, walaupun dengan sengatannya yang bisa mematikan, lebah tidak akan mengganggu siapapun terkecuali ada pihak baik manusia maupun hewan lain yang mengganggunya, alias tidak pernah cari gara gara. begitulah sebaiknya kita dalam berniaga. diupayakan semaksimal mungkin kita tidak boleh mengganggu orang lain yang berbisnis sama dengan kita ataupun berbeda. sehingga ada segolongan manusia karena takut bersaing maka menggunakan cara cara kotor dengan fitnah dan perdukunan untuk menghalangi rizki orang lain padahal hanya Allah semata yang menjamin rizki setiap makhluknya, Allah beri kepada siapa yang dia kehendaki dan Allah tahan dari siapa yang dia kehendaki.
  5. Berserikat dengan baik, lebah termasuk binatang yang hidup berkelompok, dalam sarang sarangnya dengan dipimpin salah satu lebah raja dan lebah prajurit. hidup saling akur tanpa menyakiti satu sama lain, bahkan saling bergotong royong membangun kerajaan sarangnya dengan baik sehingga terbentuk bangunan hexsagonal yang indah walaupun tanpa dibekali otak seperti manusia. Setiap lebah sudah diilhami dengan tugas dan tanggungjawabnya masing masing dan melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab. Begitu pula sebaiknya kita semua sebagai ummat muslin yang kata Rasullullah Muhammad adalah Khairru Ummmat atau ummat terbaik sepanjang masa, bahwa kita hidup sebagai makhluk sosial yang harus saling melengkapi dan saling tolong menolong satu dengan lainnya, merasa senasip sepenanggungan, tepa selera, asah asih dan asuh, serta bergotong royong memakmurkan dan mensejahterakan kehidupan bersama, paham dan patuh terhadap posisi hak dan tanggung jawab masing masing, serta bersungguh sunggguh terhadap sesuatu yang menjadi tanggungjawabnya sebagai ambil bagian dalam memajukan masyakart yang baldatun toyyibatun warabbun ghafur.


0 komentar: