Minggu, 27 September 2015

follow up konsumen harus maksimal 3 x 24 jam usahakan closing

Salah satu kendala lambatnya penjualan kautsar property adalah kurang maksimalnya memfollow up seorang konsumen, ada banyak hal kenapa selama ini follow up konsumen masih lemah diantaranya :
  • Belum ada reward khusus bagi karyawan yang berhasil mendealkan konsumen.
  • Karyawan yang ada belum memiliki kemampuan marketing yang handal
  • Belum ada tenaga marketing yang khusus bertugas memfollow up konsumen.
  • Karyawan yang ada jarang didiklat tentang teknik memfollow up konsumen
  • Karyawan yang ada belum memiliki kemampuan verbal dan komunikasi yang baik dengan konsumen
  • Karyawan yang ada disibukan dngan aktifitas produksi bukan pemasaran.
  • MKP sebagian masih lemah memfollow up konsumen
tidak bisa dipungkiri maju mundurnya perusahaan bukan ditentukan oleh faktor produksi semata, namun sangat ditentukan oleh faktor pemasaran. di bisnis property walaupun faktor produksi melimpah, tanah kavling banyak dan perumahan banyak berdiri namun tidak diikuti dengan banyaknya penjualan maka menjadi percuma yang pada akhirnya mendekati kebangkrutan. karena hanya pemasaran yang bisa menghasilkan income dana, sedangkan produksi mengeluarkan dana.

perlu ada gebrakan dan stratgi khusus untuk menyelesaikan permasalahan ini, adapun kebijakan yang stratgis untuk dilakukan demi meningkatkan penjualan Kautsar Property adalah sebagai berikut :
  • memberi reward pada karyawan yang berhasil memfollow up konsumen.
    • Tanah kavling : 100 rb perkonsumen
    • Perumahan : 500 rb perkonsumen
    • Perizinan : 100 rb perkonsumen
  • diklat marketing untuk karyawan
    • Teknik Follow Up
    • Kemampuan Berbahasa
    • Teknik Closing
  • rekrut karyawan baru khusus marketing dengan sistm target
    • Target Tanah Kavling : 5 Konsumen perbulan
    • Target Perumahan : 3 Unit Perbulan
    • Target Perizinan : 5 Konsumen Perbulan
  • diklat teknik marketing untuk MKP
demikian solusi untuk follow up konsumen, semoga terlaksana dengan baik dan akan dievaluasi pelaksanaannya lebih lanjut

0 komentar: